Kisah ini diangkat dari kisah inspiratif yang sangat menggugah. Dan untuk
menjaga keaslian cerita ini, kami sengaja tidak menceritakan, nama, alamat,
domain, keluarga dan tempat kerja beliau. Adapun satu nama yang tidak kami
samarkan adalah sosok rizka. Karena rizka lah satu satunya aktor utama dari
kisah nyata ini.
Siapa yang mengira bahwa ada seorang anak yang ketika itu masih duduk
dibangku kelas 5 SD, ingin menjadi seorang blogger. Setiap kali ditanya oleh
sang guru, apakah cita citamu nak ?! ia pun menjawab, aku ingin sekali menjadi
seorang blogger buk. Teman temannya serentak menertawakan cita cita anak itu
yang dianggap aneh oleh para teman temannya. Bagaimana tidak, cita cita yang
dianggap normal itu adalah seperti menjadi guru, dokter, pilot, polisi,
tentara, pengusaha, presiden dan sebagainya. Itulah sederetan cita cita yang
umumnya sangat populer di ingatan dan memori setiap anak yang masih berusia
dini.
Tapi kenyataan itu tidak berlaku pada diri Rizka anak yang masih berusia 11
tahun. Entah apa yang ada didalam benaknya, bahkan tidak jarang ia sering
membolos dari sekolah hanya untuk meluangkan waktunya bermain blog dan mengotak
atik artikel dalam blog nya. Rizka yang kala itu berusia 11 tahun, mempunyai
hobi bermain internet, game dan mencoba beberapa bahasa pemrograman. Kerap
sekali keinginannya ini ditentang oleh kedua orang tuanya, dan para gurunya.
Tapi semua penolakan itu tidak membuatnya surut dan mundur sedikitpun.
Dibelakang kedua orang tuanya, rizka pun secara diam diam terus bermain
internet dan mengembangkan kemampuannya bermain blog.
Beberapa kali rizka kecil mencoba untuk bermain bisnis online tingkat
pemula, dan pada saat ia mendapatkan rezeki "uang" ia pun lantas
bergegas menunjukkan keberhasilannya itu kepada kedua orang tuannya. Tapi lagi
lagi, kedua orang tuanya sangat marah, dan memarahi rizka kecil, karena
keduanya menilai, bahwa anaknya masih harus belajar dan tidak perlu mencari
uang. Apalagi dari dunia maya seperti internet. Konon pada saat itu, image
internet kurang baik bagi anak anak seumuran rizka.
Seiring berjalannya waktu, kini rizka sang blogger cilik telah dewasa, ia
pun kini telah kuliah disalah satu perguruan tinggi swasta yang ada di aceh.
Kini rizka sang blogger, telah cukup banyak dikenal dikalangan teman temannya
sebagai blogger yang cukup senior dan memiliki penghasilan tetap bahkan setiap
menitnya dari usaha online nya. Ia tengah mengelola lebih dari 100 blog dan
website dan memiliki beberapa karyawan untuk mengelola blog mereka.
Akhirnya rizka sang blogger itu memutuskan untuk kuliah di jurusan
psikologi. Ada alasan yang bisa ia jelaskan mengapa ia tertarik mengambil
jurusan psikologi. Saat ditanya kenapa, rizka tidak mengambil jurusan
pemrograman web atau tekhnik informatika ? Rizka pun menjawab, bidang online
dan tekhnologi itu adalah hoby saya, jika sudah hoby, tanpa sekolah sekalipun
saya akan tetap bisa mengembangkan kemampun IT saya. Alasan kenapa saya memilih
psikologi, itu karena saya ingin menjadi spesialis psikologi anak.
Kisah ini diangkat dari kisah inspiratif yang sangat menggugah.
Dan untuk menjaga keaslian cerita ini, kami sengaja tidak menceritakan, nama,
alamat, domain, keluarga dan tempat kerja beliau. Adapun satu nama yang tidak
kami samarkan adalah sosok rizka. Karena rizka lah satu satunya aktor utama
dari kisah nyata ini.
Siapa yang mengira bahwa ada seorang anak yang ketika itu masih
duduk dibangku kelas 5 SD, ingin menjadi seorang blogger. Setiap kali ditanya
oleh sang guru, apakah cita citamu nak ?! ia pun menjawab, aku ingin sekali
menjadi seorang blogger buk. Teman temannya serentak menertawakan cita cita
anak itu yang dianggap aneh oleh para teman temannya. Bagaimana tidak, cita
cita yang dianggap normal itu adalah seperti menjadi guru, dokter, pilot,
polisi, tentara, pengusaha, presiden dan sebagainya. Itulah sederetan cita cita
yang umumnya sangat populer di ingatan dan memori setiap anak yang masih
berusia dini.
Tapi kenyataan itu tidak berlaku pada diri Rizka anak yang masih
berusia 11 tahun. Entah apa yang ada didalam benaknya, bahkan tidak jarang ia
sering membolos dari sekolah hanya untuk meluangkan waktunya bermain blog dan
mengotak atik artikel dalam blog nya. Rizka yang kala itu berusia 11 tahun,
mempunyai hobi bermain internet, game dan mencoba beberapa bahasa pemrograman.
Kerap sekali keinginannya ini ditentang oleh kedua orang tuanya, dan para
gurunya. Tapi semua penolakan itu tidak membuatnya surut dan mundur sedikitpun.
Dibelakang kedua orang tuanya, rizka pun secara diam diam terus bermain
internet dan mengembangkan kemampuannya bermain blog.
Beberapa kali rizka kecil mencoba untuk bermain bisnis online
tingkat pemula, dan pada saat ia mendapatkan rezeki "uang" ia pun
lantas bergegas menunjukkan keberhasilannya itu kepada kedua orang tuannya.
Tapi lagi lagi, kedua orang tuanya sangat marah, dan memarahi rizka kecil,
karena keduanya menilai, bahwa anaknya masih harus belajar dan tidak perlu
mencari uang. Apalagi dari dunia maya seperti internet. Konon pada saat itu,
image internet kurang baik bagi anak anak seumuran rizka.
Seiring berjalannya waktu, kini rizka sang blogger cilik telah
dewasa, ia pun kini telah kuliah disalah satu perguruan tinggi swasta yang ada
di aceh. Kini rizka sang blogger, telah cukup banyak dikenal dikalangan teman
temannya sebagai blogger yang cukup senior dan memiliki penghasilan tetap
bahkan setiap menitnya dari usaha online nya. Ia tengah mengelola lebih dari
100 blog dan website dan memiliki beberapa karyawan untuk mengelola blog mereka.
Akhirnya rizka sang blogger itu memutuskan untuk kuliah di jurusan
psikologi. Ada alasan yang bisa ia jelaskan mengapa ia tertarik mengambil
jurusan psikologi. Saat ditanya kenapa, rizka tidak mengambil jurusan
pemrograman web atau tekhnik informatika ? Rizka pun menjawab, bidang online
dan tekhnologi itu adalah hoby saya, jika sudah hoby, tanpa sekolah sekalipun
saya akan tetap bisa mengembangkan kemampun IT saya. Alasan kenapa saya memilih
psikologi, itu karena saya ingin menjadi spesialis psikologi anak.
Niat saya adalah untuk memberikan pencerdasan kepada semua orang
tua, bahwa jangan meremehkan dan melihat sederhana apapun keinginan dan hoby
anak sejak dini. Harusnya orang tua bisa lebih berani untuk mendukung kemauan
anaknya yang tinggi dibidang tertentu. Seperti musik, seni, lukis, IT dan
sebagainya. Kini rizka baru saja diwisudakan seminggu yang lalu, namun gelar
yang ia dapatkan itu bukanlah untuk mengantarkannya pada cita citanya, karena
memang ia telah meraih cita citanya itu, bahkan jauh sebelum ia masuk ke
perguruan tinggi. Menjadi blogger itulah cita citanya.
Rizka telah banyak membantu ekonomi kedua orang tuanya, bahkan ia
membiayai sekolah dan kuliah adik adiknya. Dan dalam waktu yang tidak lama lagi
rizka pun berencana ingin mengantarkan kedua orang tuanya untuk berhaji. Tidak
jarang kedua orang tuanya, selalu menangis menyesal karena dulunya selalu
melarang larang rizka untuk menjadi seorang blogger. Namun rizka dengan besar
hati menjawab, bahkan penolakan ayah dan ibu dulunya membuat semangatku semakin
terbakar untuk bisa membuktikan bahwa internet itu bukanlah nothing, tapi
intenet itu adalah something.
Semoga kisah inspiratif dari sosok rizka ini, bisa memberikan
semangat baru untuk kita bisa menjadi pribadi yang lebih tangguh, lebih tekun
dan lebih percaya dengan semua yang kita cita citakan. Tidak ada kata yang
tidak mungkin jika kita benar benar menginginkannya. Cerita ini bisa
membuktikan bahwa tidak ada kemauan yang sia sia. Bekerjalah sebaik yang anda
mampu, karena tidak perlu menjadi yang sempurna, anda hanya cukup memberikan
yang terbaik dari yang anda bisa. Itulah pesan rizka yang kini telah menjadi
CEO disalah satu usaha mandiri yang ia kelola sejak 4 tahun lalu yang bergerak
dibidang pendidikan, jasa dan bisnis online. motivatorindonesia.co.id

0 Komentar untuk "Kisah Rizka Blogger Cilik"