Permainan sepakbola sangat membutuhkan energi tinggi dan
dapat disetarakan dengan kebutuhan energi/kalori pekerja sangat berat.
Permainan ini merupakan permainan yang berlangsung sangat cepat, dalam waktu
yang relatif lama. Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh pemain berupa lari,
tendang, loncat dan sprint-sprint pendek yang persentasinya cukup besar.
Gerakan lain yang khas dan dominan dalam permainan sepakbola adalah mendrible
bola, benturan dengan lawan dan heading bola.
Permainan sepakbola memerlukan keterampilan yang berhubungan
dengan kebugaran tubuh, yaitu kekuatan atau daya ledak otot, kecepatan dan
kelincahan. Daya ledak otot adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi
otot dengan sangat cepat, yang sangat dipengaruhi oleh kekuatan otot. Kecepatan
dalam bermain sepakbola memerlukan kesegaran jasmani atau kebugaran. Sedangkan
kelincahan seorang pemain sepakbola untuk bergerak cepat dan merubah arah dan
posisi secara tepat membutuhkan keseimbangan tubuh dan keterampilan yang
tinggi.
Kekuatan otot yang tinggi sangat diperlukan oleh pemain
sepakbola untuk berlari cepat, menendang bola, melempar bola, mempertahankan
keseimbangan tubuh dan mencegah terjatuh saat benturan dengan pemain lawan.
Selain itu, permainan ini membutuhkan daya tahan
jantung-paru yang menggambarkan kapasitas untuk melakukan aktivitas secara
terus menerus dalam waktu lama tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Daya
tahan jantung-paru pemain sepakbola dapat ditingkatkan dengan latihan daya
tahan jantung-paru atau latihan aerobik dengan melakukan internal training.
Prinsip internal training mengandung komponen lama latihan, intensitas latihan,
masa istirahat dan pengulangan. Contoh: lari atau berenang. Berdasarkan
karakteristik permainan sepakbola seperti di atas maka untuk dapat mencapai
prestasi yang optimal, pemain sepakbola harus memenuhi persyaratan tertentu.
Bentuk tubuh pemain sepakbola harus ideal yaitu, sehat, kuat, tinggi dan
tangkas. Seorang pemain sepakbola harus mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) yang
normal dengan Tinggi Badan (TB) diatas rata-rata. Komposisi tubuh harus
proporsional antara massa otot dan lemak. Tidak boleh ada lemak yang berlebih.
Oleh karena itu, untuk menjadi pemain sepakbola dengan
bentuk tubuh yang ideal, dan aktivitas yang prima memerlukan program pelatihan
yang teratur dan terarah. Pelatihan beban untuk meningkatkan kekuatan otot,
pelatihan peregangan untuk memperkuat kelenturan tubuh dan pelatihan aerobik
untuk meningkatkan kebugaran serta pelatihan teknik dan keterampilan. Semua
upaya diatas, akan mencapai hasil yang lebih baik dengan asupan gizi atau
pengaturan makanan dengan kebutuhan gizi yang lebih besar dibanding orang
biasa. Hal ini yang harus disadari dan dipahami oleh pemain sepakbola, pelatih,
dan keluarga serta lingkungannya agar selalu menjaga kondisi kesehatannya
dengan asupan gizi atau pengaturan makanan yang seimbang. Pengaturan makanan
khusus harus disiapkan pada masa pelatihan, pertandingan dan pasca
pertandingan.

1 Komentar untuk "Sepak Bola"
Manteb gan kunjungi juga http://fukiisub.blogspot.com/